Syaikh Abu Yazid dan Pendeta

Suatu malam, puluhan abad yang lalu, tatkala Syekh Abu Yazid al-Busthami tidur, beliau mendengarkan suara mengatakan: "Bangunlah hai Abu Yazid, karena hari ini adalah hari raya kaum nasrani. Pergilah ke mereka untuk menyampaikan risalah nabimu Muhammad Saw.". Perintah itu kemudian dipatuhi Syekh Abu Yazid dengan penuh ketabahan. Beliau segera menuju sebuah gereja terdekat dimana perayaan natal dilangsungkan.

Setelah memasuki gereja tersebut, sang pendeta yang sedang menkhutbahi jamaahnya seketika diam dan tak berbicara. Jamaah heran dan bertanya: "Kenapa engkau diam pak pendeta?". Pendeta menjawab: "Aku tidak akan melanjutkan khutbahku kecuali orang muslim itu dikeluarkan dari gereja ini" sambil menunjuk ke Syekh Abu Yazid.

"Dari mana bapak mengetahui dia muslim?" tanya jamaah nasrani yang hadir.
"Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka oleh bekas sujud" jawab pendeta.
"Keluar..!" jamaah nasrani mengusir Syekh Abu Yazid dari gereja.
"Aku tidak akan keluar sebelum Allah memberi keputusan di antara kita" bantah Syekh Abu Yazid.

Terjadilah tanya jawab yang sungguh hangat antara si pendeta dengan Syekh Abu Yazid.
"Aku akan menanyakan beberapa pertanyaan kepadamu, kalau tidak kamu jawab maka aku potong lehermu..!" kata pendeta.
"Silahkan" Syekh Abu Yazid optimis dan bertawakal sepenuhnya kepada Allah Swt.

"Satu dan tidak ada duanya, apakah itu?" tanya pendeta.
"Allah Swt." jawab Syekh Abu Yazid.

"Dua dan tidak ada tiganya, apa itu?".
"Siang dan malam".

"Tiga dan tidak ada empatnya?".
"Tragedi-tragedi Saidina Khidir dan Nabi Musa".

"Empat dan tidak ada limanya?".
"Kitab-kitab suci".

"Lima dan tidak ada enamnya?".
"Shalat wajib".

"Enam dan tidak ada tujuhnya?".
"Hari-hari yang dengannya bumi tercipta".

"Tujuh dan tidak ada delapannya?".
"Langit-langit".

"Delapan dan tidak ada sembilannya?".
"Para pemikul Arsyi Allah".

"Sembilan dan tidak ada sepuluhnya?".
"Mukjizat-mukjizat Nabi Musa".

"Sepuluh tapi menerima tambahan?".
"Pahala".

"Kuburan yang berjalan bersama penghuninya?".
"Ikan paus bersama Nabi Yunus".

"Kapan saat yang paling nikmat?".
"Saat bersetubuh".

"Sesuatu yang bernafas tanpa nyawa?".
"Subuh".

"Matahari dan bulan?".
"Orangtua Nabi Yusuf".

"Sebelas bintang?".
"Saudara-saudara Nabi Yusuf".

"Orang-orang yang benar tapi masuk neraka?".
"Yahudi ketika mengatakan nasrani tidak benar, dan nasrani ketika mengatakan yahudi tidak benar".

"Orang-orang yang berbohong tapi masuk surga?".
"Saudara-saudara Nabi Yusuf kepada Nabi Ya'qub".

"Pohon yang bercabang 12, setiap cabang ada 30 daun, setiap daun ada 5 buah; 2 kena sinar matahari dan 3 ketutup bayangan?".
"Tahun ada 12 bulan, setiap bulan ada 30 hari, setiap hari ada 5 shalat; 2 waktu siang dan 3 waktu pagi dan malam".

"Luar biasa !!! dari mana anda peroleh semua ilmu ini?" akhirnya si pendeta menganga.
"Kini giliranku bertanya kepada bapak pendeta" balas Syekh Abu Yazid.
"Silahkan" si pendeta sok mantap.

"Apa itu kunci surga?" tanya Syekh Abu Yazid al-Busthami Ra.
Si pendeta diam seribu bahasa sambil ketakutan. Jamaah yang sejak tadi mendengarkan dan menyaksikan berkata kepada si pendeta: "Wahai bapak pendeta, semua pertanyaanmu dijawabnya, kini satu pertanyaan saja darinya tidak kau jawab !!?!!". Akhirnya si pendeta menjawab dengan tenang dan tegas: "Kunci surga adalah Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadan Rasulullah" !!!!! Maka menangislah seluruh kaum nasrani setempat dan serentak mengucapkan dua kalimat syahadat. Selanjutnya gereja tersebut berubah menjadi masjid !!!

Abdul Aziz Sukarnawadi, MA.

source : http://www.aziznawadi.net/catatan/busthami.html

0 comments:

Post a Comment

Tukar Link Otomatis

Sangpecinta: www.facebook.com/anti.wahabi ::: Santun Menyejukkan:::

video

no video list

Posting Terbaru

Menu Blog

Arsip Blog

Top Comments