Syaikh Abdul Jalil Qasim dan Ilham Seputar Rasulullah Saw.

Syaikh Abdul Jalil Qasim adalah seorang pemuka al-Azhar sekaligus Syaikh Thariqah Syadzuliyah yang sudah tidak asing lagi di hati para ulama Timur Tengah. Beliau lahir di Mesir pada tanggal 1 Agustus 1921 dan wafat pada tanggal 15 Mei 1998. Para sejarawan dan ilmuan al-Azhar menyebutkan bahwasanya Syaikh Abdul Jalil Qasim merupakan salah seorang hamba shalih yang senantiasa memperoleh ilham-ilham suci dari Allah Swt. seputar rahasia-rahasia Islam dan kemukjizatan al-Qur'an. Serpihan-serpihan ilham tersebut telah disusun dalam sejumlah buku dan dipersembahkan oleh sekelmpok ulama al-Azhar semisal Prof. Dr. Hasan Abbas Zaki, Syaikh Jaudah Qasim dan tokoh-tokoh terpercaya lainnya.

Nasab Syaikh Abdul Jalil Qasim bersambung sampai Rasulullah Saw. melalui Saidina al-Husain Ra. dan beliau menganut mazhab Syafi'i dalam fikih serta menekuni tasawuf dari Sidi Syaikh Abdul Fattah al-Qadhi Ra. melalui sebuah tarekat sufi masyhur yaitu Thariqah Syadzuliyah.

Dalam catatan ini penulis akan memaparkan beberapa ilham yang beliau peroleh seputar kepribadian Sang Rasul Islam, Baginda Nabi Muhammad Saw. baik diperoleh dalam mimpi maupun disaat jaga. Mari kita simak bersama dengan hati yang sehat dan bersahaja, bukan dengan akal yang terbatas dan tebal sekatnya.

Dalam kitab "Khawathir Ilhamiyah Haula al-Aqidah al-Islamiyah wa Sayidina Rasulillah Saw." Syaikh Abdul Jalil Qasim menyebutkan bahwa segala sesuatu memiliki hati. Hati al-Qur'an adalah surat Yasin. Hati surat Yasin adalah ayat "Salamun qaulan min Rabbin Rahim". Artinya, al-Qur'an adalah seluruh jagad raya ini. Hatinya adalah Rasulullah Saw. Beliau adalah sumber kehidupan jagad raya ini sebab jasad menjadi hidup karena adanya hati. Beliau lah asal wujud semua ini. Beliau adalah cahaya kasih sayang Ilahi.

Syaikh Abdul Jalil Qasim menambahkan bahwa segala sesuatu tercipta dari maupun untuk cahaya Rasulullah Saw. Dan oleh karena beliau adalah cahaya, maka beliau dapat melihat dengan jelas di ruang yang gelap gulita sekalipun. Beliau tidak memerlukan cahaya karena segala cahaya tak seterang diri beliau. Dan selepas meninggal dunia, beliau masih hidup di dalam kubur dan memberikan pertolongan kepada hamba-hamba yang memohon. Jangankan selepas wafat, sebelum lahir pun beliau sudah banyak menolong para nabi dan rasul terdahulu, seperti Nabi Adam hingga diterima taubatnya oleh Allah, Nabi Yunus hingga bebas dari penjara ikan paus, Nabi Ibrahim hingga selamat dari panasnya api, semua itu karena pertolongan Nabi Besar Muhammad Saw.

Selanjutnya, Syaikh Abdul Jalil Qasim menjelaskan bahwa Rasulullah Saw. pernah mengatakan bahwa setiap rasa sakit yang diderita umat, pasti dirasakan pula oleh beliau. Karena beliau mengenal betul setiap orang dari umatnya, mendengarkan selawat mereka dan menjawab salam mereka. Tidakkah menjawab salam hukumnya wajib? Tentulah beliau tidak ketinggalan hal itu. Dan jangan heran, wali saja bisa berwujud 40 jasad di banyak tempat dalam satu waktu, apalagi Rasulullah..!!

Syaikh Abdul Jalil Qasim berikut mengemukakan bahwa Rasulullah Saw. adalah ciptaan Allah yang pertama, sebab beliau adalah kasih sayang bagi semesta alam, dan kasih sayang Allah telah mendahului murkanya serta meliputi segala sesuatu di jagad raya, itulah Rasulullah Saw. yang senantiasa meraih selawat dari Allah Swt. dan para malaikat. Nabi Adam pun mengawini Siti Hawa dengan mahar selawat kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. Demikian instruksi yang diperoleh Nabi Adam As. dari malaikat yang telah mengenal keagungan Nabi Muhammad 1000 tahun sebelum mengenal Nabi Adam As.

Syaikh Abdul Jalil Qasim juga menceritakan, di saat isra' mi'raj, Rasulullah Saw. telah naik ke Tuhan dengan jasad suci beliau, dan juga jubah serta terompah beliau. Beliau telah menguasai ilmu Lauh Mahfuz serta ilmu al-Qalam, dan sepanjang jalan beliau melihat dengan penglihatan Allah dan mendengar dengan pendengaran Allah sebagaimana yang termaktub dalam ayat pertama surat al-Isra'. Selanjutnya, sesampai di puncak, beliau melihat Allah dengan mata hati sekaligus mata kepala. Kalau ilmu Lauh Mahfuz dan ilmu al-Qalam telah dikuasai Rasulullah, dan kalau Allah Swt. telah disaksikan beliau dengan mata hati dan mata kepala sekaligus, maka sudah 100% pasti ilmu-ilmu di bawahnya sangatlah kecil dan gampang bagi beliau, apalagi ilmu-ilmu manusia biasa; kimia, kedokteran, komputer, internet, dll. Keagungan ini bila diresapi, sungguh tidak ada ujungnya. Sangat mustahil bagi akal untuk menjangkaunya.

Kita adalah manusia-manusia biasa. Tentu akal kita sangatlah terbatas. Tak sepatutnya Rasulullah Saw. disamakan dengan kita. Jangankan beliau dan para nabi yang lain, para wali saja sudah luar biasa dan jauh berbeda dengan kita-kita. Lihat Sidi Syaikh Ibrahim al-Dusuqi Ra. yang telah menyelamatkan ibunya dari gangguan laki-laki iseng jauh sebelum ia lahir, bahkan sebelum ibu dan bapaknya menikah. Para nabi dan wali adalah hamba-hamba pilihan dan kesayangan Allah, sedang Allah Maha Kuasa atas segala-galanya!. Demikian papar Syaikh Abdul Jalil Qasim yang sejak tahun 1950 sudah mengajar di universitas al-Azhar.

Syaikh Abdul Jalil Qasim juga menekankan dan menegaskan bahwa cinta kepada Rasulullah Saw. akan terealisasikan melalui cinta kepada Ahlul Bait, sebab Rasul sendiri menyatakan bahwa Ahlul Bait adalah sumber kenyamanan bagi seluruh penghuni bumi. Khususnya Siti Fathimah Ra. sebagai wanita termulia di antara seluruh wanita jagad raya, termasuk Siti Maryam. Sebab Siti Maryam terpilih sebagai wanita satu-satunya yang melahirkan tanpa melewati hubungan suami isteri, sementara Siti Fathimah adalah puteri kesayangan Sang Junjungan Alam, Baginda Nabi Besar Muhammad Saw.

Begitu juga dengan Saidina al-Husain Ra. yang merupakan buah hati Rasulullah Saw. Maka buah cinta kepada Rasul adalah cinta sedalam-dalamnya kepada Saidina al-Imam al-Husain. Pantas saja Rasulullah mengumumkan bahwa Allah sangat mencintai hamba yang mencintai Imam al-Husain.

Banyak lagi petuah-petuah mulia dari Syaikh Abdul Jalil Qasim yang diperoleh melalui ilham-ilham suci baik dalam mimpi maupun di saat jaga. Setiap kali beliau mendapat ilham, beliau segera menulisnya dan meyerahkannya kepada Syaikh Ahmad al-Syabakah agar ditulisnya kembali dengan tulisan yang lebih bagus. Pembaca yang budiman, mari kita buka bersama lembaran hidup baru yang putih nan bersih, untuk kita ukir sebaris dua baris cinta kepada Rasul, Ahlul Bait dan para kekasih Allah yang menjadi sumber ketentraman kita dari dunia sampai akhirat.

Oleh: Abdul Aziz Sukarnawadi, MA.

http://www.aziznawadi.net/catatan/qasim.html

0 comments:

Post a Comment

Tukar Link Otomatis

Sangpecinta: www.facebook.com/anti.wahabi ::: Santun Menyejukkan:::

video

no video list

Posting Terbaru

Menu Blog

Arsip Blog

Top Comments