SMADAV Rev.8.8 (Versi terbaru 5 Desember 2011) 100% Antiblacklist !!!

Pada 5 Desember 2011 kemarin Smadav mengeluarkan versi terbarunya, yaitu Smadav 2011 Rev 8.8. Menurut situs resminya, ada beberapa penyempurnaan dari versi sebelumnya :


Smadav 2011 Rev. 8.8 : Penambahan database 150 virus baru, Penyempurnaan auto-scan flashdisk (lebih akurat dan interaktif), Penyempurnaan fitur-fitur yang sudah ada (scanning registry, 2 setting baru, 1-Virus-By-User, dll.)


Dan untuk menjadikan Smadav kamu menjadi Pro, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini :


1. Download dulu Smadavnya
2. Pastikan bahwa Smadav versi sebelumnya punya kamu sudah terregister dan tidak diblacklist




3. Kemudian  instal Smadav Rev 8.8 di folder dulu kamu instal Smadav versi sebelumnya, misalnya : C:\prorgram files\smadav


4. Jreeeeeeeeeeeeengggggggggggg.............Smadav Rev 8.8 kamu sudah terregister dan 100% anti blacklist.Goodluck...
Read More...

Software penghemat Batere Laptop


Berapa jam kinerja laptop anda???pastinya sebel kan jika kinerjanya terlalu boros???lha untuk itu ada software kecil yang bisa meningkatkan ketahanan batere laptop anda. Namanya BatteryCare.


BatteryCare adalah sebuah perangkat lunak dibuat untuk mengoptimalkan penggunaan dan kinerja baterai laptop modern , memonitor siklus discharge baterai dan membantu meningkatkan kinerja dan meningkatkan masa pakai baterai.

Jika tertarik, silahkan download di sini
Read More...

Sejarah Komite Hijaz

Kalangan pesantren gigih melawan kolonialisme dengan membentuk organisasi pergerakan, seperti Nahdlatut Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916. Kemudian tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan Nahdlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran), sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Selanjutnya didirikanlah Nahdlatut Tujjar, (Pergerakan Kaum Sudagar) yang dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu, maka Taswirul Afkar, selain tampil sebagi kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota.

Sementara itu, keterbelakangan, baik secara mental, maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan Kebangkitan Nasional. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana--setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain, sebagai jawabannya, muncullah berbagai organisai pendidikan dan pembebasan.

Ketika Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab wahabi di Mekah, serta hendak menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam maupun pra-Islam, yang selama ini banyak diziarahi karena dianggap bi'dah. Gagasan kaum wahabi tersebut mendapat sambutan hangat dari kaum modernis di Indonesia, baik kalangan Muhammadiyah di bawah pimpinan Ahmad Dahlan, maupun PSII di bahwah pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto. Sebaliknya, kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman, menolak pembatasan bermadzhab dan penghancuran warisan peradaban tersebut.

Sikapnya yang berbeda, kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta 1925, akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu'tamar 'Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekah yang akan mengesahkan keputusan tersebut.

Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebsan bermadzhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban, maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamai dengan Komite Hejaz, yang diketuai oleh KH. Wahab Hasbullah.

Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz, dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia, Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Hasilnya hingga saat ini di Mekah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan madzhab mereka masing-masing. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama, yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermadzhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah serta peradaban yang sangat berharga.

Berangkat dari komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kiai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh KH. Hasyim Asy'ari sebagi Rais Akbar.

Untuk menegaskan prisip dasar orgasnisai ini, maka KH. Hasyim Asy'ari merumuskan Kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam Khittah NU , yang dijadikan dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.
Read More...

WASPADALAH....! Buku - Buku "Perusak Aqidah Penebar Fitnah"

Tak henti-hentinya kaum wahabi menebar fitnah, kebencian, permusuhan dan perusakan aqidah baik lewat ceramah-ceramah, diskusi, web, radio dan tentunya buku. Berikut daftar penerbit yang merusak aqidah :

- Ash-Shaf Media

- Cahaya Tauhid Press

- Darul Haq

- Darul Falah

- Darul Atsar

- Darul Hadist

- Darus Sunnah

- Darul Qolam

- Darus Salaf

- Darul Ilmi

- Daar An-Naba

- Griya Ilmu

- Hikmah Ahlus Sunnah

- Irsyad Baitus Salam

- Maktabah Salafy Press

- Media Tarbiyah

- Mubarak

- Nikah Media Samara

- Pustaka Elba

- Rumah Dzikir

- Pustaka Imam Abu Hanifah

- Pustaka Ibnu Katsir

- Pustaka Imam Asy-Syafi’i

- Pustaka Imam Muslim

- Pustaka As Sunnah

- Pustaka At Tibyan

- Pustaka At Tazkia

- Pustaka Imam Bukhari

- Pustaka Al Sofwa

- Pustaka Abdullah

- Pustaka Adz Dzahabi

- Pustaka Al Qowam

- Pustaka Al Ghuraba

- Pustaka Tazkia

- Pustaka Sahifa

- Pustaka At Tauhid

- Pustaka Sumayyah

- Pustaka Al-Haura

- Pustaka Al Inabah

- Pustaka An Najiyah

- Pustaka Ar Rayyan

- Pustaka At Taqwa

- Pustaka Salafiyah

- Pustaka Sunnah

- Pustaka Kautsar

source
Read More...

Mengembalikan Profil Facebook Page ke semula

Iseng-iseng mengutak atik Facebook, ada menu baru di sebelah menu home (tepatnya segitiga terbalik) dengan tulisan "use facebook as page".



Karena penasaran dan tanpa cari tahu dulu di web, akhirnya saya klik......dan Jreeeeeeeeeeeeeeeng, semua notes, teman, status, gambar, komen berubah. Yang teman berubah menjadi fans dan catatan-catatan hilang tak berbekas. Saya mulai stres...tanpa putus asa saya berusaha membalikkan keadaan, wah kaya sepak bola saja..saya googling tak ada satupun yang membahas cara untuk mengembalikannya. Setelah sekitar 20 menit stres..dan mencoba mengingat url profil facebook saya (http://www.facebook.com/anti.wahab), saya mencoba berkali-kali masuk menggunakan url tersebut, awalnya gagal dan menjadi profil fanpage lagi. saya coba hapus history facebook dan mencoba lagi dengan url profil saya. Setelah itu ada peringatan yang intinya "Anda akan login dengan profil facebook yang bukan profil fanpage". Saya klik dan jreeeeeeeeeeng, alhamdulillah akhirnya bisa kembali profil facebook saya. Bagi yang bingung cara mengembalikannya, ikuti cara di atas. Kalau berhasil, minta like (suka) satu yaaaa......
Read More...

Ketua PBNU: Indikasi Korupsi Kemenag Baunya Menyengat

Minggu, 04 Desember 2011 11:20 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, bisa memahami mengapa Kementerian Agama (Kemenag) termasuk jajaran lembaga terkorup versi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Said Agil, Kemenag masuk jajaran lembaga terkorup karena berlimpahnya dana jamaah haji yang dikumpulkan menjadi dana alokasi umat (DAU). Berlimpahnya dana itu menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dalam pengelolaannya. "Indikasinya haji kita paling mahal dan berlipat dibanding biaya haji Malaysia," kata Said Agil. Penilaian itu didasarkan pada pengamatan semata. Namun, kata Said Agil, secara fakta pihaknya tidak mengetahui secara pasti. pihaknya menilai pokok persoalan di Kemenag tidak jauh dari penyelenggaraan haji. Meski ongkos naik haji di Indonesia paling tinggi di dunia, namun dari segi pelayanan sangat standar dan sering dikeluhkan jamaah. "Baunya (indikasi korupsi) menyengat, apalagi pelayanan (haji) itu-itu saja," kritik Said. KPK pada pekan lalu melansir tiga kementerian yang rawan terjadi praktik korupsi, yakni Kemenag, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dan Kementerian Koperasi dan UKM. Hasil survei menyebutkan, Kemenag menjadi instansi pusat terkorup dari 22 lembaga pusat yang disurvei KPK. 
 
Read More...

Evolusi Itsbat Kaum Muhammadiyah



Kyai Ahmad Dahlan dan Kyai hasyim Asy’ari itu sekawan, sama-sama menuntut ilmu agama di Mekkah. Sama-sama ahli hadits dan fiqih. Saat hendak pulang ke tanah air, keduanya membuat kesepakatan menyebarkan Islam menurut skill dan lingkungan masing-masing. Kyai Dahlan berdakwah di perkotaan, karena beliau berasal dari kuto Ngayokyokarto (Jogjakarta), sedangkan Kyai Hasyim memilih pendidikan pesantren, karena Beliau berasal dari deso, Jombang. Kaduanya membekali anak bangsa dengan pendidikan dan agama. Kyai Dahlan mendirikan Muhammadiyah (MU) dan kyai Hasyim mendirikan Nahdlatul Ulama’ (NU). Saat beliau-beliau masih hidup, praktik ibadah antara MU dan NU relatif sama. Contoh :
1. Sholat Tarawih
Antara Kyai Dahlan dan Kyai Hasyim sama-sama melakukan sholat tarawih 20 rokaat. Kyai Dahlan disebut-sebut sebagai imam sholat di Masjid Syuhada Yogyakarta.
2. Talqin mayit di kuburan, bahkan ziarah kubur dan kirim do’a(Yasinan dan Tahlilan).
3. Baca Qunut Subuh
4. Sama-sama gemar bersholawat (Diba’an)
5. Dua kali khutbah dalam Sholat Ied
6. Tiga kali takbir “Allahu Akbar”, dalam takbiran.
7. Itsbat Hilal, sama-sama pakai rukyat.
Semua amaliah tersebut berjalan dan bertahan puluhan tahun. Semuanya tertulis dalam kitab “Fikih Muhammadiyah” yang terdiri dari 3 jilid, diterbitkan oleh Muhammadiyah Bagian Taman Pustaka, Yogyakarta, sekitar tahun 1343 H. Namun ketika Muhammadiyah membentuk Majlis tarjih, dari sini mulai ada perbedaan praktik ibadah yang “harus beda” dengan pendahulunya. Dan tentu berbeda dengan NU. Perkara dalil akan dicari belakangan.
Disinyalir, praktik beda tersebut lebih dipengaruhi politik daripada kesohihan hujjah dan fadhilah amaliyah. Tentang dalil yang dicari-cari secara ngawur akan berefek pada praktik ibadahnya. Contohnya ketika Majlis Tarjih memfatwakan Sholat tarawih 11 rokaat, mari kita lihat praktiknya. Awalnya, dengan komposisi :

4, 4, 3 (empat rokaat satu salam, empat rokaat satu salam) ini untuk tarawih. Dan tiga rokaat untuk witir (model Imam Hanafi), sementara NU dua-dua semua dan satu witir (model Imam Syafi’i). Tetapi pada 1987 model tarawih tersebut diubah menjadi dua-dua. Hal tersebut atas saran KH. Shidiq Abbas dari Jombang. Beliau tampilkan hadits dari Shohih Imam Muslim.
Contoh lain adalah soal rukyat hilal. Semua ahli ilmu falak, apalagi dari Muhammadiyah pasti mengeri dan ingat bahwa dulu Muhammadiyah menggunakan rukyat hilal dengan derajat cukup tinggi. Hal itu berlangsung sampai era Orde Baru. Karena waktu itu Muhammadiyah menguasai Depag, maka tetap bertahan dengan derajat cukup tinggi, menolak hilal dua derajat. Sementara ahli falak NU menerima hilal dua derajat. Oleh karena itu, tahun 1990an NU tiga kali berturut-turut berbeda Lebaran dengan Pemerintah-Muhammadiyah. Setelah Orde Baru tumbang dan Gus Dur menjadi presiden, mindset Muhammadiyah berubah dan radikal meninggalkan rukyat hilal derajat tinggi. Lalu mereka membuat metode “wujudul hilal”, artinya pokoknya hilal terlihat di ufuk, sekalipun derajatnya nol koma, mereka sudah menetapkan tanggal satu. Disini jelas kualitas hujjah Muhammadiyah yang berubah-ubah yang tidak valid.
Menyikapi Lebaran dua versi, pengikut Muhammadiyah tentu tenang karena sudah terbiasa dengan perubahan pemikiran pimpinannya. Uniknya, semua ilmuwan Muhammadiyah yang akademis, ahli, kritis justru tunduk patuh pada Majelis Tarjih. Sungguh, dalil yang dicari-cari belakangan dan dipaksakan, sangat mudah dipatahkan !!!
Dinukil dengan perubahan sedikit dari : KH. Musta’in Syafi’i
Read More...

Cara Mempercepat Meningkatkan Pagerank di Google

Cara cepat meningkatkan Pagerank. Ini adalah pengalaman saya setelah menelusuri berbagai macam cara untuk meningkatkan pagerank blog kita.
 Mau tahu Cara cepat update PageRank di Google? Makanya jangan pernah menganggap remeh penyebaran produk dengan pemasaran sistem Multi Level Marketing . Dalam postingan kali ini saya mau mencoba mengajak kalian semua untuk memanfaatkan kedahsyatan faktor kali dan kecepatan penyebaran ini dalam bentuk backlink.

 Caranya gampang kok, yang perlu sobat lakukan adalah meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kalian.
1.      Ququy
2.      Informasi Terbaru
3.      Raden Somad
4.      Terbaru 2011
5.      In my komputer
6.      DOWNLOAD FREE MANGA
8.      Belajar Blogging
9.      Horrier
10.    S4ngpecinta


 Tapi ingat, sebelum kamu meletakkan link diatas, sobat harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link sobat sendiri di bagian paling bawah (nomor 10).
 Jika tiap peserta mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah:
 Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
 Posisi 9, jml backlink = 5
 Posisi 8, jml backlink = 25
 Posisi 7, jml backlink = 125
 Posisi 6, jml backlink = 625
 Posisi 5, jml backlink = 3,125
 Posisi 4, jml backlink = 15,625
 Posisi 3, jml backlink = 78,125
 Posisi 2, jml backlink = 390,625
 Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

 Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO sobat blogger sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline sobat mengklik link itu, juga membuat blog sobat mendapatkan traffik tambahan.

 Nah, silahkan copy paste artikel ini, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website sobat di posisi 10. Ingat, sobat harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika sobat tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.
 Saya yakin dalam waktu yang singkat, Pagerank blog sobat pasti langsung naik drastis di luar dugaan anda. Selamat mencoba trik rahasia ini!

 Bagaimana, apa sobat semua berkenan? Kalau iya, copas aja! Lalu sarankan kepada sobat blogger yang lain agar terus menyebar!
 Tugasnya gampang kan!!
 Copas trik ini lalu sarankan ke teman yang lain begitu pula seterusnya!
 laporkan bila ada link yang rusak

 Jika kesulitan membuat link semacam diatas, sobat blogger bisa copy kode dibawah ini

1. <a href="http://nofita.com/" target="_blank">Nofita</a>
 2. <a href="http://ququy.com/" target="_blank">Ququy</a>
 3. <a href="http://baru2.net/" target="_blank">Informasi Terbaru</a>
 4. <a href="http://radensomad.com/" target="_blank">Raden Somad</a>
 5. <a href="http://terbaru2010.com/" target="_blank">Terbaru 2011</a>
 6. <a href="http://indonesiadikomputerku.blogspot.com/" target="_blank">In my komputer</a>
 7. <a href="http://d0wnload-zone.co.cc/" target="_blank">DOWNLOAD FREE MANGA</a>
 8. <a href="http://www.dickelodeon.co.cc/" target="_blank">Dickelodeon | Mixed Content</a>
 9. <a href="http://bloggerbiasa.blogspot.com/" target="_blank" title="Tutorial Blog | Tips Trick Blogger | Blogspot Tutorial | Blogger Tutorial | Seo">Belajar Blogging</a>
 10. <a href="http://URL BLOG SOBAT" target="_blank">NAMA BLOG</a>

 Sumber : http://bloggerbiasa.blogspot.com/

Read More...

Sekilas Kisah Sayidi Ahmad al-Rifa'i ra.

Ketinggian dan Kehalusan Budi Pekerti Aulia’illah

Sayyidi Ahmad Al Rifa’i dilahirkan pada tahun 500 Hijriah. Pertama kali beliau belajar Ilmu Fiqih Mazhab Syafi’i dengan mempelajari Kitab Al-Tanbih, akan tetapi beliau lebih cenderung kepada ilmu tasawuf. Beliau terkenal sebagi rujukan pimpinan ilmu thoriqoh, karena memiliki ilmu haqiqat yang tinggi dan sebagai wali qutub yang agung dan masyhur di zaman sebelum syeikh Abdul Qodir al Jailany ra. Beliau sangat terkenal dan memiliki pengikut yang banyak. Para pengikutnya terkenal dengan sebutan “Al-Thoifah Al-Rifa’iyah”.

Dalam kitab Tobaqot diterangkan, pada saat mengajar syeikh Ahmad Rifa’i tidak mau sambil berdiri. Orang-orang yang tinggalnya jauh bisa mendengar apa yang disampaikan beliau sama seperti orang yang dekat dengan tempat pengajian. Sehingga penduduk disekitar desa Ummi Abidah banyak yang keluar dari rumahnya untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh syeikh Ahmad Rifa’i ini. Bahkan orang yang tadinya tuli jika mau hadir mengaji, oleh Allah dibukakan pendengarannya sehingga bisa mendengar apa yang disabdakan oleh syeikh Ahmad Rifa’i. Para guru thoriqoh banyak yang hadir untuk mendengarkan sabda-sabda dari Syeikh Ahmad Al Rifa’i dengan menggelar sajadah sebagai tempat duduk. Setelah syeikh Ahmad selesai memberi pelajaran, mereka pulang sambil menempelkan sajadah kedadanya masing-masing, sehingga sesampai di rumah mereka bisa menjelaskan kepada para muridnya.


Banyak hal aneh yang sering terjadi pada diri murid Syeikh Ahmad Rifa’i seperti, mereka dapat masuk ke dalam api yang sedang menyala. Mereka juga dapat menjinakkan binatang buas, seperti harimau di mana hewan ini akan menuruti apa yang mereka katakan. Sehingga harimau ini dapat dijadikan kendaraan oleh mereka. Banyak lagi keajaiban-keajaiban lain yang ada pada mereka.

Ketika pertama kali Sayyidi Ahmad bertemu dengan seorang Wali bernama Syeikh Abdul Malik Al-Khonubi. Syeikh ini memberinya pelajaran berupa sindiran tetapi sangat berkesan buat Syeikh Ahmad Al Rifa’i. Sindiran itu berbunyi ; "Orang yang berpaling dia tiada sampai. Orang yang ragu-ragu tidak dapat kemenangan. Barangsiapa tidak mengetahui waktunya kurang, maka semua waktunya telah kurang". Setahun lamanya Sayyidi Ahmad Al-Rifa’i mengulang-ulang perkataan ini.

Setelah setahun dia datang kembali menemui Syeikh Abdul Malik Al-Khonubi. Sayyidi Ahmad Al-Rifa’i minta wasiat lagi, maka berkata Syeikh Abdul Malik; "Sangatlah keji kejahilan bagi orang-orang yang mempunyai Akal. Sangatlah keji penyakit pada sisi semua doktor. Sangatlah keji sekalian kekasih yang meninggalkan Wusul (sampai kepada Allah)". Sayyidi Ahmad Al-Rifa’i mengulang-ulang pula perkatan itu selama setahun dan beliau banyak mendapat manfaat dari perkataan itu karena perkataan itu diresapi, dihayati dan diamalkan.

Salah satu dari sekian budi pekerti Syeikh Ahmad Al Rifa’i yang mulia ialah beliau seringkali membawa serta membersihkan pakaian orang-orang yang berpenyakit kusta dan beberapa penyakit yang sangat menjijikkan menurut pandangan umum. Dipeliharanya orang-orang yang sedang sakit itu, diantarkan makanan untuk mereka dan beliau juga turut makan bersama-sama dengan orang-orang sakit itu tanpa ada rasa jijik.

Kalau Syeikh Ahmad Al Rifa’i datang dari perjalanan, apabila telah dekat dengan kampung halamannya maka dipungutnya kayu bakar, setelah itu dibagi-bagikan kepada orang-orang sakit, orang buta, orang-orang jompo atau orang tua yang membutuhkan pertolongan. Syeikh Ahmad berkata : “Mendatangi orang-orang yang semacam itu bagi kita wajib bukan hanya sunah. Bahkan Nabi bersabda : “Barang siapa yang memuliakan orang tua muslim, maka Allah akan meluluhkan orang untuk memuliakannya apabila ia sudah tua”.

Beliau setiap kali dijalan selalu menanti datangnya orang buta, kalau ada orang buta datang lalu dipegang dan dituntun sampai tujuan. Beliau mempunyai kasih sayang bukan hanya kepada manusia saja, tetapi juga kepada binatang, sehingga kalau bertemu dengan siapa saja selalu mendahului memberi salam, bahkan juga kepada hewan. Diriwayatkan bahwa ada seekor anjing yang menderita sakit kusta. Kemana saja anjing itu pergi, ia akan diusir. Anjing tersebut diambil oleh Sayyidi Ahmad Al-Rifa’i lalu dimandikan dengan air panas, diberikan obat dan makan secukupnya, sampai anjing tersebut sembuh dari penyakit yang dideritanya. Kalau ada orang yang bertanya tentang apa yang diperbuatnya beliau berkata : “Aku selalu membiasakan pekerjaan yang baik. Syeikh Ahmad ini kalau dihinggapi nyamuk beliau membiarkannya dan tidak boleh ada orang lain yang mengusirnya. Beliau berkata, “Biarkanlah dia meminum darah yang dibagikan Allah kepadanya. Pada suatu hari ada seekor kucing sedang nyenyak tidur di atas lengan bajunya. Waktu sholat telah masuk, lalu digunting lengan bajunya itu karena tidak sampai hati mengejutkan kucing yang sedang lelap tidur itu. Seusai sholat lengan bajunya diambil dan dijait lagi.

Budi pekerti mulia yang lain ialah beliau tidak mau membalas kejahatan dengan kejahatan. Apabila beliau dimaki oleh orang, beliau terus menundukkan kepalanya mencium bumi dan menangis serta meminta maaf kepada yang memakinya. Beliau pernah dikirimi surat oleh Syeikh Ibrohim al Basity yang isi suratnya merendahkan martabat beliau, lalu beliau berkata kepada orang yang menyampaikan surat itu : “Coba bacalah surat itu, dan ternyata isinya adalah : “Hai orang yang buta sebelah, hai dajjal, hai orang yang bikin bid’ah dan berbagai macam perkataan yang menyakitkan hati". Setelah selesai membaca surat kemudian surat itu diterima oleh syeikh Ahmad, dibaca kemudian berkata : “Ini semua betul, smoga Allah membalas kebaikan kepadanya. Beliau terus berkata dengan syiir, “Maka tidaklah aku peduli kepada orang yang meragukan aku yang penting menurut Allah, aku bukanlah orang yang meragukan. Kemudian syeikh berkata : “Tulislah sekarang jawaban balasanku yang berbunyi “Dari orang rendahan kepada tuanku syeikh Ibrohim. Mengenai tulisanmu seperti yang tertera dalam surat, memang Allah telah menjadikan aku menurut apa yang dikehendaki-Nya dan aku mengharapkanmu hendaknya sudi bersedekah kepadaku dengan mendo’akan dan memaafkanku". Setelah surat balasan ini sampai pada syeikh Ibrohim dan dibaca isinya, kemudian syeikh Ibrohim pergi entah kemana tidak ada orang yang tahu.

Jika ada orang minta dituliskan azimat kepadanya, maka Syeikh Ahmad mengambil kertas lalu ditulis tanpa pena. Sewaktu beliau pergi Haji, ketika berziarah ke Maqam Nabi Muhammad Saw, maka nampak tangan dari dalam raudloh, Nabi bersalaman dengan beliau dan beliau pun terus mencium tangan Nabi SAW yang mulia itu. Kejadian itu dapat disaksikan oleh orang ramai yang juga berziarah ke Maqam Nabi Saw tersebut. Salah seorang muridnya berkata ; “Ya Sayidi! Tuan Guru adalah Qutub”. Jawabnya; “Sucikan olehmu syak mu daripada Qutubiyah”. Kata murid: “Tuan Guru adalah Ghauts!”. Jawabnya: “Sucikan syakmu daripada Ghautsiyah”. Al-Imam Sya’roni mengatakan bahwa yang demikian itu adalah dalil bahwa Sayyidi Ahmad Al-Rifa’i telah melampaui “Maqaamat” dan “Athwar” karena Qutub dan Ghauts itu adalah Maqam yang maklum (diketahui umum).

Sebelum wafat beliau telah menceritakan kapan waktunya akan meninggal dan sifat-sifat hal ihwalnya beliau. Beliau akan menjalani sakit yang sangat parah untuk menangung bala'-bala'nya para makhluk. Sabdanya, “Aku telah di janjikan oleh Allah, agar nyawaku tidak melewati semua dagingku (daging harus musnah terlebih dahulu). Ketika Sayyidi Ahmad Al-Rifa’i sakit yang mengakibatkan kewafatannya, beliau berkata, “Sisa umurku akan kugunakan untuk menanggung bala'-bala' agungnya para makhluk. Kemudian beliau menggosok-ngosokkan wajah dan uban rambut beliau dengan debu sambil menangis dan beristighfar . Yang dideritai oleh Sayyidi Ahmad Al-Rifa’i ialah sakit “Muntah Berak”. Setiap hari tak terhitung banyaknya kotoran yang keluar dari dalam perutnya. Sakit itu dialaminya selama sebulan. Hingga ada yang tanya, “Kok, bisa sampai begitu banyaknya yang keluar, dari mana yaa kanjeng syeikh. Padahal sudah dua puluh hari tuan tidak makan dan minum. Beliau menjawab, “Karena ini semua dagingku telah habis, tinggal otakku, dan pada hari ini nanti juga akan keluar dan besok aku akan menghadap Sang Maha Kuasa. Setelah itu ketika wafatnya, keluarlah benda yang putih kira-kira dua tiga kali terus berhenti dan tidak ada lagi yang keluar dari perutnya. Demikian mulia dan besarnya pengorbanan Aulia' Allah ini sehingga sanggup menderita sakit menanggung bala yang sepatutnya tersebar kepada manusia lainnya. Wafatlah Wali Allah yang berbudi pekerti yang halus lagi mulia ini pada hari Kamis waktu duhur 12 Jumadil Awal tahun 570 Hijrah. Riwayat yang lain mengatakan tahun 578 Hijrah.

Walaa haula wala quwwata illa billah.

Read More...

Perjalanan Sufi Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a.

Kisah Suci Sang Wali Ilahi

Syadziliyah adalah nama suatu desa di benua Afrika yang merupakan nisbat nama Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. Beliau pernah bermukim di Iskandar sekitar tahun 656 H. Beliau wafat dalam perjalanan haji dan dimakamkan di padang Idzaab Mesir. Sebuah padang pasir yang tadinya airnya asin menjadi tawar sebab keramat Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. Beliau belajar ilmu thariqah dan hakikat yang akar dari keduanyanya adalah syari'at. Beliau dalam setiap kesempatan, tidak pernah terkalahkan setiap berdialog dengan ulama-ulama ahli fiqih pada masa itu. Dalam mempelajari ilmu hakikat, beliau berguru kepada wali quthub yang agung dan masyhur yaitu Syekh Abdus Salam Ibnu Basyisy, dan akhirnya beliau yang meneruskan quthbiyahnya dan menjadi Imam Al-Auliya’.

Peninggalan ampuh sampai sekarang yang sering diamalkan oleh umat Islam adalah Hizb Nashr dan Hizb Bahr, di samping Thariqah Syadziliyah yang banyak sekali pengikutnya. Hizb Bahr merupakan Hizb yang diterima langsung dari Rasulullah saw. yang dibacakan langsung satu persatu hurufnya oleh beliau saw. Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. pernah ber-riyadhah selama 80 hari tidak makan, dengan disertai dzikir dan membaca shalawat yang tidak pernah berhenti. Pada saat itu beliau merasa tujuannya untuk wushul (sampai) kepada Allah swt. telah tercapai. Kemudian datanglah seorang perempuan yang keluar dari gua dengan wajah yang sangat menawan dan bercahaya. Dia menghampiri beliau dan berkata, ”Sunguh sangat sial, lapar selama 80 hari saja sudah merasa berhasil, sedangkan aku sudah enam bulan lamanya belum pernah merasakan makanan sedikitpun”. Suatu ketika saat berkelana, beliau berkata dalam hati, “Ya Allah, kapankah aku bisa menjadi hamba-Mu yang bersyukur?”. Kemudian terdengarlah suara, “Kalau kamu sudah mengerti dan merasa bahwa yang diberi nikmat hanya kamu saja”. Beliau berkata lagi, “Bagaimana saya bisa begitu, padahal Engkau sudah memberi nikmat kepada para Nabi, Ulama dan Raja?”. Kemudian terdengarlah suara lagi, “Jika tidak ada Nabi, kamu tidak akan mendapat petunjuk, jika tidak ada Ulama kamu tidak akan bisa ikut bagaimana caranya beribadah, jika tidak ada Raja kamu tidak akan merasa aman. Itu semua adalah nikmat dari-Ku yang kuberikan hanya untukmu”. Beliau pernah khalwat (menyendiri) dalam sebuah gua agar bisa wushul (sampai) kepada Allah swt. Lalu beliau berkata dalam hatinya, bahwa besok hatinya akan terbuka. Kemudian seorang waliyullah mendatangi beliau dan berkata, “Bagaimana mungkin orang yang berkata besok hatinya akan terbuka bisa menjadi wali. Aduh hai badan, kenapa kamu beribadah bukan karena Allah (hanya ingin menuruti nafsu menjadi wali)”. Setelah itu beliau sadar dan faham dari mana datangnya orang tadi. Segera saja beliau bertaubat dan minta ampun kepada Allah swt. Tidak lama kemudian hati Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. sudah di buka oleh Allah swt. Demikian di antara bidayah (permulaaan) Syekh Abul Hasan As-Syadzili. Beliau pernah dimintai penjelasan tentang siapa saja yang menjadi gurunya? Sabdanya, “Guruku adalah Syekh Abdus Salam Ibnu Basyisy, akan tetapi sekarang aku sudah menyelami dan minum sepuluh lautan ilmu. Lima dari bumi yaitu dari sayidina Rasululah saw, sayidina Abu Bakar r.a, sayidina Umar bin Khattab r.a, sayidina Ustman bin ‘Affan r.a dan sayidina Ali bin Abi Thalib r.a, dan lima dari langit yaitu dari malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil, Izro’il dan ruh yang agung. Beliau pernah berkata, “Aku diberi tahu catatan muridku dan muridnya muridku, semua sampai hari kiamat, yang lebarnya sejauh mata memandang, semua itu mereka bebas dari neraka. Jikalau lisanku tak terkendalikan oleh syariat, aku pasti bisa memberi tahu tentang kejadian apa saja yang akan terjadi besok sampai hari kiamat”.

Syekh Abu Abdillah Asy-Syathibi berkata, “Aku setiap malam banyak membaca Radiyallahu ‘An Asy-Syekh Abil Hasan dan dengan ini aku berwasilah meminta kepada Allah swt apa yang menjadi hajatku, maka terkabulkanlah apa saja permintaanku”. Lalu aku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw. dan aku bertanya, “Ya Rasulallah, kalau seusai shalat lalu berwasilah dengan membaca Radiyallahu ‘An Asy-Syekh Abil Hasan dan aku meminta apa saja kepada Allah swt. apa yang menjadi kebutuhanku lalu dikabulkan, seperti hal tersebut apakah diperbolehkan atau tidak?”. Lalu Nabi saw. Menjawab, “Abul Hasan itu anakku lahir batin, anak itu bagian yang tak terpisahkan dari orang tuanya, maka barang siapa bertawashul kepada Abul Hasan, maka berarti dia sama saja bertawashul kepadaku”.
Pada suatu hari dalam sebuah pengajian Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. menerangkan tentang zuhud, dan di dalam majelis terdapat seorang faqir yang berpakaian seadanya, sedang waktu itu Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili berpakaian serba bagus. Lalu dalam hati orang faqir tadi berkata, “Bagaimana mungkin Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a. berbicara tentang zuhud sedang beliau sendiri pakaiannya bagus-bagus. Yang bisa dikatakan lebih zuhud adalah aku karena pakaianku jelek-jelek”. Kemudian Syekh Abul Hasan menoleh kepada orang itu dan berkata, “Pakaianmu yang seperti itu adalah pakaian yang mengundang senang dunia karena dengan pakaian itu kamu merasa dipandang orang sebagai orang zuhud. Kalau pakaianku ini mengundang orang menamakanku orang kaya dan orang tidak menganggap aku sebagai orang zuhud, karena zuhud itu adalah makam dan kedudukan yang tinggi”. Orang fakir tadi lalu berdiri dan berkata, “Demi Allah, memang hatiku berkata aku adalah orang yang zuhud. Aku sekarang minta ampun kepada Allah dan bertaubat”.

Di antara Ungkapan Mutiara Syekh Abul Hasan Asy-Syadili:

1. Tidak ada dosa yang lebih besar dari dua perkara ini : Pertama, senang dunia dan memilih dunia mengalahkan akherat. Kedua, ridha menetapi kebodohan tidak mau meningkatkan ilmunya.

2. Sebab-sebab sempit dan susah fikiran itu ada tiga : pertama, karena berbuat dosa dan untuk mengatasinya dengan bertaubat dan beristiqhfar. Kedua, karena kehilangan dunia, maka kembalikanlah kepada Allah swt. sadarlah bahwa itu bukan kepunyaanmu dan hanya titipan dan akan ditarik kembali oleh Allah swt. Ketiga, disakiti orang lain, kalau karena dianiaya oleh orang lain maka bersabarlah dan sadarlah bahwa semua itu yang membikin Allah swt. untuk mengujimu.

Kalau Allah swt. belum memberi tahu apa sebabnya sempit atau susah, maka tenanglah mengikuti jalannya taqdir ilahi. Memang masih berada di bawah awan yang sedang melintas berjalan (awan itu berguna dan lama-lama akan hilang dengan sendirinya). Ada satu perkara yang barang siapa bisa menjalankan akan bisa menjadi pemimpin yaitu berpaling dari dunia dan bertahan diri dari perbuatan dhalimnya ahli dunia. Setiap keramat (kemuliaan) yang tidak bersamaan dengan ridha Allah swt. dan tidak bersamaan dengan senang kepada Allah dan senangnya Allah, maka orang tersebut terbujuk syetan dan menjadi orang yang rusak. Keramat itu tidak diberikan kepada orang yang mencarinya dan menuruti keinginan nafsunya dan tidak pula diberikan kepada orang yang badannya digunakan untuk mencari keramat. Yang diberi keramat hanya orang yang tidak merasa diri dan amalnya, akan tetapi dia selalu tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang disenangi Allah dan merasa mendapat anugerah (fadhal) dari Allah semata, tidak menaruh harapan dari kebiasaan diri dan amalnya.

Di antara keramatnya para Shiddiqin ialah :

1. Selalu taat dan ingat pada Allah swt. secara istiqamah (kontinyu).

2. Zuhud (meninggalkan hal-hal yang bersifat tamak terhadap duniawi).

3. Bisa menjalankan perkara yang luar bisa, seperti melipat bumi, berjalan di atas air dan sebagainya.

Diantara keramatnya Wali Qutub ialah :

1. Mampu memberi bantuan berupa rahmat dan pemeliharaan yang khusus dari Allah swt.

2. Mampu menggantikan Wali Qutub yang lain.

3. Mampu membantu malaikat memikul Arsy.

4. Hatinya terbuka dari haqiqat Allah swt. dengan disertai sifat-sifat-Nya.

Kamu jangan menunda ta’at di satu waktu, pada waktu yang lain, agar kamu tidak tersiksa dengan habisnya waktu untuk berta’at (tidak bisa menjalankan) sebagai balasan yang kamu sia-siakan. Karena setiap waktu itu ada jatah ta’at pengabdian tersendiri. Kamu jangan menyebarkan ilmu yang bertujuan agar manusia membetulkanmu dan menganggap baik kepadamu, akan tetapi sebarkanlah ilmu dengan tujuan agar Allah swt. membenarkanmu. Radiya allahu ‘anhu wa ‘aada ‘alaina min barakatihi wa anwarihi wa asrorihi wa ‘uluumihi wa ahlakihi, Allahumma Amiin. (Al-Mihrab).

Walaa haula wala quwwata illa billah.

Read More...

Tukar Link Otomatis

Sangpecinta: www.facebook.com/anti.wahabi ::: Santun Menyejukkan:::

video

no video list

Labels

Posting Terbaru

Menu Blog

Arsip Blog

Top Comments